e learning

Rakyat Purworejo Terancam BANGKRUT Tahun 2015

Bila di banyak tulisan di berbagai media (maupun di blog ini) yang menyebutkan bahwa Purworejoadalah kota pensiun yang hanya diisi oleh masyarakat usia lanjut yang tidak produktif, maka SUDAH SAATNYA  harus ada upaya dari kita warga Purworejo untuk mengangkat kota tercinta dan menghapus label Kota Pensiun SESEGERA MUNGKIN.

Bukan tanpa alasan, karena pada tahun 2015  sudah masuk pasar bebas ASEAN. Pada kawasan ASEAN saja kita sudah kalah telak dengan produk produk pertanian hasil dari Thailand dan Vietnam, berarti kelangsungan hidup Petani Purworejo dengan lahan 59.000 Hektar itu terancam bangkrut, karena hasil panen lebih mahal dari produk impor. Nasibnya mirip petani bawang putih yang tidak mau bertani bawang putih karena serbuan bawang putih china. Jadi Bagaimana keluarga kita di Purworejo 1 tahun  5 bulan lagi..

Ancaman selanjutnya adalah Pasar Bebas Asia. Bila Ancaman tingkat ASEAN adalah pada sektor pertanian, maka ancaman di tingkat ASIA adalah SEMUA BIDANG. Semua produksi lokal terancam kalah saing dengan produk impor terutama dari China, yang berarti pabrik lokal yang mempekerjakan kita dan saudara saudara kita juga TERANCAM GULUNG TIKAR, yang bisa berakibat PHK massal, keruwetan ekonomi dan memunculkan banyak masalah sosial akibat angka pengangguran yang tinggi.

Dan apakah kita masih tenang saja, dan menunggu terkejut di awal 2015 serta tidak bisa berbuat apa apa lagi…

Masih ada waktu untuk berbuat sesuatu, dan seperti kata Jokowi, semua pekerjaan itu harus dimulai dari kampung, alias desa kita sendiri

Masyarakat desa harus mendapatkan akses informasi yang secepatnya, dan bisa saling berkomunikasi antar komunitas dengan efektif agar terjadi transfer ilmu dan teknologi dengan cepat. Media massa seperti televisi kurang efektif karena bersifat 1 arah, teknologi seluler yang sudah menjangkau pedesaan bila hanya berakhir pada telp, sms dan Facebook juga kurang efektif karena bersifat personal dan kurang edukatif

Maka akses informasi yang bisa jauh lebih efektif dan bermanfaat apabila di tiap desa ada fasilitas E LEARNING untuk umum

Jangan membayangkan bahwa semua warga desa harus tahu dan bisa internet, karena yang dibutuhkan adalah MINIMAL 1 atau 2 orang yang menguasai internet dan e learning, yang bisa mengajarkannya kepada masyarakat yang mau belajar. Dan anak anak sekolah dapat menjadi pionir user e learning di tiap desanya

Tentunya E learning yang dimaksud di sini bukan e learning tentang pelajaran sekolahan, tetapi E learning tentang pertanian, teknologi pertanian terbaru, tehnik pemasaran dan pengemasan produk pertanian, atau produk produk kreatifitas hand made yang bisa diproduksi di masing masing desa, termasuk cara cara mengubah desa menjadi desa wisata.

Jadi beberapa cara mencegah masyarakat Purworejo dari kebangkrutan adalah dengan meningkatkan hasil produksi pertanian sembari menekan biaya menjadi lebih murah, mengolah atau mengemas hasil pertanian menjadi kemasan yang lebih awet, dan punya nilai jual yang lebih tinggi. semua cara dan tehnisnya bisa disediakan dari jalur e learning, 1 materi bisa diakses ribuan PC kapan saja.

Cara lainnya yaitu memasyarakatkan usaha produk kreatif baik makanan, minuman, maupun handicraft sebagai usaha alternatif. diawali dengan pembelajaran tentang desain produk, pengemasan serta cara pemasaran, content itu bisa disediakan dari jalur e learning

Dan untuk daerah daerah tertentu bisa diubah menjadi desa wisata yang akan mendatangkan pemasukan para warga. Aktifitas desa yang masih alami, tenang,  sisi budaya dan kesenian yang masih kental, berpotensi menjadi desa wisata, tinggal mempelajari manajemen tempat wisata dan pemasarannya. content itu juga bisa disediakan dari jalur e learning

Dengan kondisi geografis Purworejo yang mayoritas sudah terjangkau sinyal telepon seluler, maka akses internet bisa dilakukan dari manapun. Tidak perlu berfikir harus punya jaringan Wifi maupun broadband internet dulu, karena yang penting bisa mengakses internetnya.  semua bisa dimulai dari peralatan yang minimalis, karena semua perjuangan memang rata rata dimulai dari kondisi minimalis.

Ada yang tertarik untuk memulai di desa anda..??

(KotaPurworejo.com -Indra-)

Leave a Reply