coblos kucing dalam karung

Saat (Kembali) Mencoblos Kucing dalam Karung

coblos kucing dalam karung

Alkisah, sebentar lagi musim pemilihan di negara kucing. Sebuah musim yang selalu saja membuat suasana kehidupan berbangsa dan bernegara kucing yang awalnya ayem tentrem menjadi hiruk pikuk, penuh isu dan intrik intrik demi pemenangan menjadi wakil kucing di dewan perwakilan kucing

“Halah.., kenapa juga mesti pake kasak kusuk gini to.., wong tinggal nyoblos saja koq selalu dibikin ribut..” ujar seekor kucing jelata di sebuah warung angkringan nasi kucing

“Lho.., mas meong ini pripun to.., yang seru saat pemilku (pemilihan kucing -red)  itu khan bagi bagi duit dan kaosnya to mas.. ” ujar kucing kaos biru. (Kaos kuning dan kaos merah sudah identik di thailand)

“Haiyyah…, emangnya berani ngasih berapa to mas biru.., paling cuman sepuluh ribu, limapuluh ribu, langsung habis buat beli shampoo kucing dan snack kucing, memangnya suara kita hanya dihargai segitu ya.., perasaan wakil kucing di dewan tidak mewakili kita, hanya mewakili kepentingan kelompoknya saja..”

“Wah ya mikirnya aja ngono mas.., sebagai wakil mereka menyuarakan aspirasi kucing koq.., lagian pembangunan jalan di sini itu khan juga jasa dari partai kami..” kucing biru berusaha menerangkan sembari mengumbar jasa

“Waduh.., jasa sing pundi mas, pembangunan jalan khan dari pajak, sejak kapan partai membangun jalan untuk masyarakat kucing.., btw kenapa juga setelah jadi wakil kucing koq ndak pernah keliatan batang hidungnya lagi mas biru.., katanya wakil kucing… menyuarakan suara kucing.., dari dulu kota ini ndak pernah berubah lho mas, upah minimumnya termasuk paling rendah se propinsi, kita ini masih yang termiskin lho mas, partai kalian ngapain saja..” ujar kucing jelata yang mulai serius.

“Jadi gini mas.., tugas wakil kucing itu banyak, bikin UU, studi banding, kunjungan kerja, dan lain lain, Undang undang itu juga untuk membuat keteraturan dalam berbangsa” jelas kucing biru

“Undang undang apaan to mas biru, sebagai kucing jelata saya cuma tahu undang undang di jalan, ndak pake helm ditilang, ndak nyalain lampu ditilang, katanya melanggar undang undang, trus katanya kalo damai bisa ndak ditilang, kasih limapuluh ribu beres..” ujar meong.

“Lho.. mas meong ndak boleh minta damai trus ngasih uang.., itu menyuap petugas namanya..”sanggah kucing biru

“Lho, itu menyuap mas? Trus uang yang dikasihkan ke warga kucing itu berarti menyuap warga juga donk.., saya hanya nyuap satu pihak, kalo caleg itu menyuap ribuan warga donk…” ujar meong

“Kalo uang amplop dari kami itu bukan suap mas, itu untuk maciti (ngasih pacitan-red), yaah.. itung itung mohon dukungan mas meong..” bantah kucing biru

“Mas biru ini gimana to.., kami para kucing tidak makan uang kertas, kalo niat maciti ya silakan datang kepada kami.., kita ngobrol dan bicara bareng bareng sambil macit bareng, disuguh gebleg sama nasi kucing juga ndak papa mas, yang penting bisa bener bener kenal, bukan liat dari baliho ato orasi di panggung sambil dangdutan.., kalo kampanye di panggung, terus terang yang kami tunggu hanya penyanyi nya, nunggu goyang kucing nya mas.., hehe…  Denger denger yang mau nyalon sekarang 90% itu muka lama ya mas.., waduh…, yang kemarin saja belum kasih liat prestasinya, masa sekarang nyalon lagi to..” kata meong  sambil geleng geleng kepala

“Ya.. gimana lagi mas.., jadi calon wakil kucing juga butuh biaya tidak sedikit” kucing biru mulai ngaku

“Hehe.. ngaku juga mas biru ini, mas.., kalo mau dikenal ya berkenalan lah dengan benar, ketemu, salaman, ngobrol, dengerin kata warga. Dan itu bukan hanya saat kampanye, lakukan sampai gelar wakil kucing berakhir. Kalo melakukan hal tersebut saja sulit ya jangan nyalon jadi wakil kucing,  kalo dari awal habiskan banyak modal, pasti bila jadi wakil hanya mikir caranya balik modal, dan ujung ujungnya korupsi.., kalo saya hanya akan memilih wakil yang bener bener saya kenal, saya sudah tobat, dulu milih yang katanya artis dan mantan putri kontes putri putrian, ternyata setelah jadi malah korupsi gila gilaan, dihukum 4 tahun tampak tenang, dinaikkan 20 tahun baru panik, kena mikrofon, eh, nangis…. Saya sangat menyesal sudah mencoblos kucing dalam karung.., eh, koruptor dalam karung.., emang mas biru tidak menyesal ya..” selidik meong

“Iya sih mas, saya juga sangat menyesali itu, tapi mau gimana lagi mas, yang ada sekarang juga tidak saya kenal, apa tujuannya, kelakuannya, apalagi jaminan atas janji janjinya..” ujar kucing biru lirih.

-Seri Negeri Kucing-
17 desember 2013

Kotapurworejo.com

Leave a Reply