Sulitnya Mempertahankan Kemerdekaan

Bagi Para veteran kemerdekaan, arti kata merdeka sangatlah dalam. Berjuang dengan segenap jiwa raga, dalam keadaan serba kekurangan, militansi yang tinggi, untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa ini.

 

Setelah 68 tahun Indonesia Merdeka, makna mempertahankan kemerdekaan identik dengan pembangunan. Capaian paling mudah yang bisa diunggul unggulkan adalah Pendapatan perkapita Indonesia yang katanya mencapai USD 3000 per tahun, tetapi bila ditinjau lebih dekat, marilah kita melihat kota kita tercinta, Purworejo. Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita hanya USD 346 per tahun, data tahun 2005 menunjukkan Purworejo menduduki peringkat 22 dari 35 daerah di Jawa Tengah, padahal Jawa Tengah termasuk propinsi TERMISKIN di Indonesia, Jadi sudahkah terbayang hasil pembangunan 68 tahun di Purworejo?

 

Sementara itu tantangan besar siap menggilas perekonomian rakyat atas nama pasar bebas. Banyak kondisi perekonomian negara lain jadi kacau akibat serbuan produk impor, sehingga produksi dalam negeri kalah bersaing dan berakhir bangkrut. Contohnya petani bawang putih versus importir bawang putih. saat ini tidak ada lagi yang menanam bawang putih sehingga Indonesia bergantung pada impor bawang putih, membuat harganya mudah dipermainkan kartel bawang seenak perutnya mereka. Bawang merah impor menghancurkan harga panen petani bawang merah, Jahe impor juga berimbas pada kesejahteraan petani jahe Purworejo.

 

Mempertahankan kemerdekaan tidak hanya sekedar membangun fisik. Dengan mayoritas penduduk Purworejo berprofesi petani, maka pembangunan pertanian adalah sektor utama yang harus tetap didahulukan.  Tidak hanya sekedar membagi bagi bibit, pupuk dan obat hama, tetapi update pengetahuan tentang pertanian modern yang masih sangat jarang didengar oleh para petani Purworejo. Modal utama Purworejo yang harus dibangun dan dikembangkan sebagai sentra pertanian adalah :

1. Lahan sawah Purworejo seluas 54 ribu hektar

2. Semangat petani dan kemampuan bertani yang terus di update

3. Militansi para penyuluh pertanian yang harus mau turun blusukan tiap hari se seluruh pelosok wilayah Purworejo

4. Pembangunan prasarana pertanian: saluran irigasi teknis, Gudang gudang hasil panen, pasar pasar lelang

5. Kredit pertanian dengan bunga rendah, bukan KUR dengan bunga 22% SETAHUN

6. Asuransi pertanian untuk melindungi  resiko gagal panen

 

Kemerdekaan ekonomi hanya bisa ditumbuhkan manakala kita bisa memproduksi sendiri dengan biaya minimal dan hasil maksimal, bisa menjual ke luar wilayah agar mendapat pemasukan pendapatan dari luar wilayah, serta mengurangi konsumsi produk luar agar perputaran uang kita  di dalam wilayah semakin membesar. Praktek monopoli dan kartel dihapuskan dan diganti dengan serikat dagang yang transparan.

 

Harus Tetap MERDEKA !!

(Indra)

Leave a Reply